arif – Berau Coal Energy https://beraucoalenergy.co.id Better Energy, Brighter Future Mon, 22 Jul 2019 09:39:45 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.6 https://beraucoalenergy.co.id/wp-content/uploads/BC_potrait_putih_square-email.jpg arif – Berau Coal Energy https://beraucoalenergy.co.id 32 32 Kapasitas PLTU Lati Bertambah, Berau Coal Tingkatkan Pasokan Batu Bara Gratis. https://beraucoalenergy.co.id/2019/05/30/kapasitas-pltu-lati-bertambah-berau-coal-tingkatkan-pasokan-batu-bara-gratis/ Thu, 30 May 2019 16:56:41 +0000 http://www.beraucoalenergy.co.id/?p=5298 PT Berau Coal Energy akan meningkatkan pasokan batu bara gratis ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati seiring rencana penambahan kapasitas sebesar 7 megawatt (MW).

PLTU Lati merupakan pembangkit listrik mulut tambang yang berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, berkapasitas 3×7 MW.

Arif Hadianto, Public Relation Manager Berau Coal, mengatakan setiap tahun Berau Coal memasok batu bara low rank untuk PLTU Lati sebesar 100 ribu ton. “Suplai batu bara lowrank ke PLTU Lati akan meningkat menjadi 132 ribu ton seiring penambahan kapasitas PLTU,” kata Arif di Jakarta, Rabu (29/5).

Pasokan batu bara gratis ke PLTU Lati merupakan salah satu program CSR Berau Coal bertajuk penyediaan energi untuk masyarakat. Meski mendapat batu bara gratis, perusahaan pengelola PLTU harus membayar royalti sebesar 13,5% ke pemerintah.

Lokasi PLTU Lati 10 kilometer dari tambang Berau Coal. “Listriknya untuk memenuhi kebutuhan tambang dan masyarakat sekitar,” kata Arif.

PLTU Lati dioperasikan PT Indo Pusaka Berau. Energi listrik yang diproduksi oleh PLTU Lati, disalurkan kepada PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Timur, Cabang Berau, dan PT Berau Coal salah satu perusahaan pertambangan yang ada di Kabupaten Berau.

Indo Pusaka Berau merupakan perusahaan joint venture yang didirikan oleh konsorsium Indo Pusaka Berau pada 23 Desember 2002 yang terdiri dari tiga anggota konsorsium yaitu PT Indonesia Power (47%) dengan keahlian dan pengalaman membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik, Pemerintah Kabupaten Berau (49%) yang bertanggung jawab terhadap perizinan, lokasi lahan dan penyediaan batubara dan PT Pusaka Jaya Baru (4%), yang merupakan perwakilan Shandong Machinery I & E Group Co.

Sejak 12 Januari 2005 pengusahaan PLTU resmi dilaksanakan oleh Indo Pusaka Berau sebagai langkah untuk merintis dan memulai kemandirian bisnis sektor pembangkit tenaga listrik di Indonesia, dengan membangun PLTU berbahan bakar batu bara.(RA)

]]>
Buka Puasa Bersama, PT Berau Coal Sambangi Masjid Al Anshor https://beraucoalenergy.co.id/2019/05/18/buka-puasa-bersama-pt-berau-coal-sambangi-masjid-al-anshor/ Sat, 18 May 2019 17:32:53 +0000 http://www.beraucoalenergy.co.id/?p=5343 Pererat tali silaturahmi dengan masyarakat, manajemen PT Berau Coal serta mitra kerja yakni PT MTL, PT BUMA, PT PAMA, PT SIS, PT MTN dan PT RBA menggelar buka puasa bersama bersama di Masjid Al Anshor, Jalan Gunung Maritam, Tanjung Redeb pada Jumat (17/5).

Hadir dalam kegiatan itu, Camat Tanjung Redeb, Yudha Budisantosa menyambut baik agenda buka puasa bersama tersebut, walau di Kecamatan Tanjung Redeb sendiri tidak ada aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Berau Coal.

“Saya melihat hal ini sangat positif untuk diteruskan sehingga nilai positifnya juga terlihat. Silaturahmi, sinergi, dan kolaborasi dengan PT Berau Coal pun terjalin,” jelasnya.

“Semoga tahun-tahun berikutnya lebih ditingkatkan lagi kegiatan safari ramadannya, bukan cuma itu saja, tapi juga diselipkan dengan kegiatan-kegiatan lain,” paparnya.

Sementara itu, VP Operational Support and Relation Director PT Berau Coal, Gatot Budi Kuncahyo menuturkan, dalam Safari Ramadan gelaran PT Berau Coal tahun ini akan dilakukan di beberapa tempat.

“Akan ada beberapa tempat lain yang akan kami datangi untuk buka bersama, dan berbagi cerita serta pengalaman,” ungkapnya.

Gatot menyebut, meski di Kecamatan Tanjung Redeb tidak ada aktivitas tambang PT Berau Coal, namun silaturahmi harus tetap dijalin dengan siapapun. Karena hal yang terpenting dalam hidup adalah komunikasi yang terjalin dengan baik.

“Saya mewakili perusahaan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Berau yang sudah mendukung keberadaan operasional kami. Dan terima kasih sudah mau berbuka puasa bersama dengan kami di tempat yang indah ini,” pungkasnya. (*/yat/sam – Berau Post)

]]>
PT Berau Coal Relokasi Warga KAT, Dapatkan Fasilitas Lebih Layak Huni di KM 2 https://beraucoalenergy.co.id/2019/05/06/pt-berau-coal-relokasi-warga-kat-dapatkan-fasilitas-lebih-layak-huni-di-km-2/ Mon, 06 May 2019 16:40:33 +0000 http://www.beraucoalenergy.co.id/?p=5282 Berau Coal melalui Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Berau, seperti halnya dengan merelokasi warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kilometer (KM) 16 ke KM 2 Kampung Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur.

Seperti diketahui, warga KAT yang sebelumnya berada di KM 16 termasuk kategori kawasan terisolasi, itu mengingat terbatasnya fasilitas pendukung, khususnya dalam hal teknologi, sehingga membuat kawasan tersebut jarang terekspos.

Karena itu, relokasi yang dilakukan PT Berau Coal pun turut diapresiasi Kepala Kampung Sambakungan Rizal. Dirinya juga berterima kasih, karena manajemen PT Berau Coal membuka harapan baru bagi warga KAT.

“Tidak bisa kita mungkiri, keberadaan PT Berau Coal ini membawa dampak positif bagi kemajuan suatu kampung, dan hari ini mereka kembali membuktikan dengan cara membangun perkampungan di KM 2 ini,” ujarnya diwawancara Minggu (5/5).

“Untuk Pak RT jangan ragu-ragu untuk menyampaikan keluhannya kepada saya, di sini kita bersama-sama dengan pihak PT Berau Coal membangun KM 2 ini. Dan saya pastikan, kami tidak akan lepas tangan dalam memberikan pembinaan untuk bercocok tanam sahang,” sambung Rizal.

 

Salah seorang warga eks KM 16 Biun, juga menyebut kalau apa yang dilakukan PT Berau Coal cukup membantu dia maupun warga lainnya. “Ya kami berterima kasih kepada bapak ibu pimpinan PT Berau Coal, mereka sudah mau peduli sama kami warga kampung ini. Tanpa mereka kami susah untuk pindah ke sini (Km 2),” katanya.

Sementara itu Manager Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Berau Coal, Hikmahwati menuturkan, PT Berau Coal memang disebutnya telah cukup lama memperhatikan keberadaan warga KAT, maupun melakukan pendampingan bagi mereka untuk mendapat pendidikan yang lebih layak.

Syukuran penampatan rumah baru warga KAT KM2 Lati ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat. “Sebelum dipindahkan ke KM 2 Lati, warga tersebut berdomisili di KM 16 yang merupakan trans punan. Maka dari itu, pihak Berau Coal memindahkan agar mereka bisa mendapat sarana prasarana yang lebih layak,” ungkapnya.

“Dalam pemindahan ini dilakukan secara bertahap, untuk saat ini baru dua rumah, namun kami sedang membangun sebanyak 40 rumah untuk tempat tinggal mereka. Kami juga bangun tempat ibadah bagi mereka,” lanjutnya.

Selain menyediakan sarana ibadah dan pendidikan, pihaknya juga akan melakukan pelatihan bagi warga untuk menanam Sahang.

“Setelah mereka dipindahkan, akan kami bina di Bidang Pertanian khususnya Sahang. Agar mereka bisa mandiri dan menghasilkan ekonomi untuk mereka sendiri,” pungkas Hikmahwati. (*/yat/***/sam – Berau Post)

]]>
Urusan Kesehatan Warga Lebih Terjamin Dampak Pembangunan Posyandu PT Berau Coal di Tanjung Perangat https://beraucoalenergy.co.id/2019/04/15/urusan-kesehatan-warga-lebih-terjamin-dampak-pembangunan-posyandu-pt-berau-coal-di-tanjung-perangat/ Mon, 15 Apr 2019 17:16:28 +0000 http://www.beraucoalenergy.co.id/?p=5318 Tidak dapat dipungkiri bahwa pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) merupakan dambaan masyarakat pedesaan untuk berobat. Hal ini juga yang dirasakan warga Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung.

Sebelum berdiri Posyandu Mekarsari, warga mengaku hanya memanfaatkan kantor kepala kampung yang lama untuk kegiatan imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, dan lainnya. Suasananya pun kurang layak karena selain pengap, juga gerah.

Pelayanan kesehatan anak dan ibu hamil serta lainnya seperti itu, baru mulai membaik setelah PT Berau Coal melalui YDBBC meresmikan pembangunan Posyandu Mekarsari di Kampung Tanjung Perangat pada tahun 2018 lalu.

“Dengan berdirinya gedung Posyandu yang baru ini kami merasa nyaman berobat, imunisasi anak,” ungkap Wati, salah seorang warga setempat.

Kepala Kampung Tanjung Perangat, Saepudin menuturkan, gedung yang diresmikan pada 30 Oktober 2018 tersebut, sudah banyak memberikan manfaat bagi warganya, karena adanya gedung Posyandu Mekarsari itu, warga pun berbondong-bondong membawa anaknya imunisasi.

“Sangat bermanfaat, beberapa kali kami lakukan imunisasi kepada para anak di kampung ini, selalu ramai, dan juga mereka tidak mengeluh lagi kepanasan. Dulu kan memanfaatkan gedung yang ada, dan sekarang posyandu itu memiliki gedung sendiri,” ujarnya.

Selain pembangunan posyandu, diakui Saepudin, pihak PT Berau Coal juga kerap melakukan pengobatan gratis bagi warganya. “Masyarakat senang dan tidak perlu lagi jauh-jauh kalau mau berobat. Pokoknya sangat terbantulah dengan adanya posyandu ini,” lanjutnya.

Sementara itu, General Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PT Berau Coal, Horas Parsaulian Pardede menjelaskan bahwa ini bukti nyata PT Berau Coal sangat perduli dengan kesehatan masyarakat yang berada di kampung dampingan.

“Masalah kesehatan merupakan satu dari empat pilar program PT Berau Coal, dan kami sangat berterimakasih kepada masyarakat Kampung Tanjung Perangat yang menjaga Posyandu tersebut,” ucapnya.

“Terimakasih juga kepada seluruh warga Tanjung Perangat yang sudah mendukung keberadaan PT Berau Coal, sehingga sampai saat ini, kami terus bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, terutama kampung dampingan,” sambung Pardede. (***/yat/asa – Berau Post)

]]>
Menteri ESDM Resmikan Pendidikan Vokasi Politeknik Sinar Mas Berau Coal https://beraucoalenergy.co.id/2019/04/11/menteri-esdm-resmikan-pendidikan-vokasi-politeknik-sinar-mas-berau-coal/ Thu, 11 Apr 2019 17:03:18 +0000 http://www.beraucoalenergy.co.id/?p=5305 PT Berau Coal mendirikan Politeknik Sinar Mas Berau Coal di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertambangan dengan memprioritaskan potensi Kabupaten Berau

Direktur Utama (Dirut) Berau Coal, Fuganto Widjaja menyampaikan peresmian politeknik pertama di Berau itu berlangsung pada 5 April dan bertepatan dengan ulang tahun ke-36 PT Berau Coal.

“Kehadiran lembaga pendidikan vokasi di bidang pertambangan, yang berasal dari inisiasi perusahaan dan berada persis di sentra pertambangan adalah upaya menjaring potensi setempat, berikut membekali mereka dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Fuganto, Rabu (10/4/2019).

Menurut Fuganto, Politeknik Sinar Mas Berau Coal bermula dari diklat berdurasi tiga bulan bagi para lulusan sekolah menengah atas, hingga kini tumbuh menjadi lembaga pendidikan Diploma pertama di Kabupaten Berau. ini sejalan juga dengan upaya pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong keterlibatan sektor industri guna berbagi pengetahuan, kompetensi, dan kecakapan dalam menghasilkan sumber daya siap kerja.

Politeknik yang dikelola oleh Yayasan Dharma Bakti Berau Coal ini pada tahun 2018 mendapatkan izin membuka program studi Diploma 4 Teknik Rekayasa Logistik, Diploma 3 Perawatan Mesin Pertambangan serta Diploma 3 Survei dan Pemetaan menggunakan pendekatan dual system yang mengkolaborasikan pembelajaran sebanyak 30% dan 70% berupa praktik di lingkungan kerja, sesuai kebutuhan industri pertambangan.

Penuhi Kebutuhan SDM, Berau Coal Dirikan Politeknik
Tampak Menteri ESDM resmikan Politeknik Sinar Mas Berau Coal. (Foto: tribun)
Peresmian Program Pemberdayaan Masyarakat di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kaltim tersebut dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Ia berharap lembaga pendidikan vokasi yang didirikan oleh industri bisa bersinergi baik dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sehingga bisa memperbesar potensi SDM yang ada.

“Sama dengan arahan Bapak Presiden, ke depan, kita sebagai bangsa yang memiliki jumlah tenaga kerja besar, harus menciptakan lebih banyak sekolah vokasi. Kita sudah memiliki banyak sekali sekolah umum, tapi kurang memberikan keahlian spesifik, sementara lapangan kerja saat ini sangat membutuhkan keahlian yang spesifik, melalui vokasi, ” ujar Ignasius Jonan.

Presiden Komisari Berau Coal, G. Sulistiyanto yang hadir juga mengatakan, pihaknya meyakini pemerataan pendidikan yang berkualitas adalah landasan bagi pergerakan roda bisnis berkelanjutan. “Khususnya bagi Berau Coal yang didukung lebih dari 21 ribu karyawan berikut kontraktor, dimana 52 persen diantaranya adalah masyarakat Berau.” [MNR – Kabar Energi}

]]>
Gelar Lomba UMKM di Sambaliung, Cara PT Berau Coal Pacu Kreativitas Kecamatan Dampingan https://beraucoalenergy.co.id/2019/04/10/gelar-lomba-umkm-di-sambaliung-cara-pt-berau-coal-pacu-kreativitas-kecamatan-dampingan/ Wed, 10 Apr 2019 17:23:43 +0000 http://www.beraucoalenergy.co.id/?p=5330 PT Berau Coal melalui Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC) menggelar lomba Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kedua. Lomba yang diikuti 13 kampung dan satu kelurahan itu diselenggarakan di halaman Kantor Kecamatan Sambaliung, Selasa (9/4).

Lomba itu dibuka Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Berau, Sri Juniarsih Muharram. Dalam sambutannya Sri Juarsih menuturkan, sebagai perusahaan tambang terbesar di Berau,  peran PT Berau Coal memang sentral. Dengan adanya kegiatan ini, tentunya produk-produk UMKM yang ada di Berau bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas.

“Dengan dampingan dari PT Berau Coal saya yakin masyarakat bisa mandiri, dan kegiatan ini juga bisa menjadi motivasi bagi para pelaku UMKM lainnya untuk berlomba-lomba memasarkan produk mereka,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Kecamatan Sambaliung, Noor Alam, mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal yang mau peduli dengan perekonomian masyarakat kampung dampingan.

“Ini baru namanya pembinaan, di mana masyarakat diupayakan oleh PT Berau Coal untuk menampilkan kreativitas mereka dan dilombakan,” ucapnya.

Diyakininya juga, kegiatan tersebut akan menjadi motivasi tersendiri bagi setiap kampung untuk membawa hasil terbaik mereka dan dipamerkan agar orang lain tahu.

“Di sini kita bisa melihat kreativitas dari masing-masing kampung, ada kerajinan tangan, olahan makanan, dan juga ada yang membuat kopi dari biji rambutan, itu perlu diapresiasi,” ucapnya.

Sementara itu, General Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PT Berau Coal, Horas Parsaulian Pardede menuturkan, kegiatan tersebut akan dilakukan secara bertahap di setiap kecamatan dampingan PT Berau Coal.

“Kami fokus untuk mengupayakan perkembangan ekonomi masyarakat lingkar tambang, namun tidak mengesampingkan program lainnya, dan ini yang perdana kami lakukan lomba UMKM ini untuk meningkatkan ekonomi menuju kemandirian kampung,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, selain menggelar perlombaan, pihaknya juga akan memikirkan upaya untuk pemasaran produk-produk UMKM tersebut.

“Kedepannya sub kontraktor PT Berau Coal, atau PT Berau Coal sendiri yang akan membeli produk tersebut dan mempromosikannya kepada masyarakat luar, agar mereka tahu bahwa Berau memiliki keunggulan selain sektor pariwisatanya,” pungkasnya. (*/yat/***/sam)

]]>
CSR Berau bangun Pabrik Kakao dan Politeknik https://beraucoalenergy.co.id/2019/04/08/csr-berau-bangun-pabrik-kakao-dan-politeknik/ Mon, 08 Apr 2019 17:38:12 +0000 http://www.beraucoalenergy.co.id/?p=5352 Berau Post – Kabupaten Berau kini memiliki Politeknik Sinar Mas Berau Coal yang diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Ignasius Jonan, Jumat (5/4) lalu. Didampingi Bupati Berau Muharram, Menteri ESDM juga meresmikan pabrik pengolahan Kakao yang juga merupakan realisasi program pemberdayaan masyarakat PT Berau Coal.

Dalam rangkaian peresmian politeknik dan pabrik pengolahan Kakao, Menteri ESDM secara simbolis juga menyerahkan beasiswa pendidikan untuk pelajar maupun mahasiswa Berau yang menempuh pendidikan hingga S2. Selain itu juga menyaksikan penandatanganan kerja sama antara PT Berau Coal bersama mitra kerja dalam mengoptimalkan pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui Politeknik Sinar Mas Berau Coal.

Bupati Berau Muharram menyambut baik peresmian Politeknik Sinar Mas sebagai perhatian perusahaan membangun sektor pendidikan di Kabupaten Berau. Politeknik Sinar Mas ini tentu turut berperan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), dengan mencetak generasi berkualitas dan siap kerja di Kabupaten Berau.

Begitu juga dengan berdirinya pabrik pengolahan Kakao untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berdirinya pabrik pengolahan Kakao ini sangat strategis, karena semakin membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, terutam petani dalam mengembangkan budidaya Kakao. Ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam upaya meningkatkan nilai tambah hasil panen Kakao mereka. Bahkan ke depan Muharram berharap tidak hanya Kakao, melalui peran PT Berau Coal, dapat dikembangkan beberapa komoditi lain yang juga potensial di Kabupaten Berau.

“Tentu dengan peresmian politeknik dan pabrik pengolahan Kakao ini semakin meningkatkan pembangunan di sektor pendidikan maupun membuka lapangan kerja baru melalui budidaya dan pengolahan Kakao,” ucapnya.

Sementara Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, keberadaan Politeknik Sinar Mas Berau Coal tidak hanya untuk Kabupaten Berau. Namun juga untuk Kaltim bahkan Nasional. Pemerintah siap untuk membantu dan bekerja sama dalam pengembangan politeknik pertama di Kabupaten Berau ini.

Mendirikan politeknik ditegaskannya merupakan hal serius, karena ini untuk jangka panjang bagi masyarakat. “Kalau misalnya Berau Coal bersedia serius membangun infrastruktur politeknik ini lebih besar, bisa kerja sama dengan badan pengembangan sumber daya manusia kementerian ESDM,” katanya.

Bahkan dalam pengembangannya Politeknik Sinar Mas ini didorong tidak hanya untuk studi bidang pertambangan. Tetapi bisa mengembangkan studi lain, seperti minyak, gas, maupun kelistrikan. Terlebih Pemprov Kaltim kata Ignasius Jonan, telah mengajukan permohonan untuk membangun sekolah pertambangan minyak dan gas. “Kalau ini bisa dibesarkan, mungkin bisa di sini,” ucapnya.

Menurutnya, sekolah kejuruan saat ini penting untuk menyiapkan generasi profesional yang siap menghadapi dunia kerja. Setiap lapangan kerja sangat dibutuhkan keahlian yang spesifik, salah satunya dipersiapkan melalui politeknik. Dengan dibesarkannya kampus ini kata Iganisus Jonan, Kementerian ESDM siap bekerja sama.

Sementara dengan berdirinya pabrik pengolahan Kakao menjadi harapan bagi masyarakat. Dimana apabila kegiatan pertambangan selesai, masyarakat tetap menerima manfaat seumur hidup. Yaitu teciptanya ekonomi baru, lapangan pekerjaan baru yang dibangun dari kegiatan pertambangan ini. “Harapannya selalu mendorong lapangan kerja baru dan kegiatan ekonomi baru. Ini sangat bagus dan harus signifikan agar menjadi ikon daerah,” tandasnya.

]]>
Majukan Sektor Pendidikan dan Ekonomi Masyarakat Menteri ESDM Resmikan Politeknik Sinar Mas dan Pabrik Budidaya Kakao https://beraucoalenergy.co.id/2019/04/06/majukan-sektor-pendidikan-dan-ekonomi-masyarakat-menteri-esdm-resmikan-politeknik-sinar-mas-dan-pabrik-budidaya-kakao/ Sat, 06 Apr 2019 17:30:20 +0000 http://www.beraucoalenergy.co.id/?p=5339 Genap berusia 36 tahun, PT Berau Coal selesaikan politeknik dan pabrik pegelolaan kakao yang diresmikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Jumat (5/4).

Direktur Utama Berau Coal, Fuganto Widjaja, dalam sambutannya menjelaskan, kehadiran lembaga pendidikan vokasi di bidang pertambangan itu diharapkan dapat menjaring potensi setempat, berikut membekali masyarakat dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurut Fuganto, Politeknik Sinar Mas Berau Coal bermula dari diklat berdurasi tiga bulan bagi para lulusan sekolah menengah atas, dan kini bertumbuh menjadi lembaga pendidikan Diploma pertama di Kabupaten Berau. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yakni mendorong keterlibatan sektor industri guna berbagi pengetahuan, kompetensi, dan kecakapan dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja.

“Di tahun 2018, politeknik yang dikelola oleh Yayasan Dharma Bakti Berau Coal ini mendapatkan izin membuka program studi Diploma 4 Teknik Rekayasa Logistik, Diploma 3 Perawatan Mesin Pertambangan serta Diploma 3 Survei dan Pemetaan menggunakan pendekatan dual system yang memadukan pembelajaran sebanyak 30 persen dan 70 persen praktik di lingkungan kerja, sesuai kebutuhan industri, dalam hal ini pertambangan. Para lulusan, sedikitnya akan menyandang sebuah sertifikat kompetensi sebagai pendamping ijazah,” jelasnya.

Selain pendidikan dan budidaya kakao, Fuganto turut membahas terkait masalah energi berkeadilan, di mana hal ini tak luput dari perhatian Berau Coal yang sejak tahun 2005 lalu telah memasok batu bara secara gratis sejumlah 120.000 metrik ton per tahun ke Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati Berau, yang juga menjadi andalan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam memenuhi kebutuhan energi di seluruh wilayah Kabupaten Berau.

Untuk di sejumlah lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik, terutama di daerah terpencil sekitar tambang, dengan dukungan sesama pilar bisnis Sinar Mas, PT Surya Utama Nuansa, Berau Coal menginisiasi program energi terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga surya bagi desa binaan dan komunitas adat terpencil Dayak. Selain itu, guna mendukung gelaran MTQ Provinsi Kaltim tahun lalu, turut dipasang hingga 100 penerangan jalan umum tenaga surya.

“Sebaik apapun program nya, tanpa pasokan energi yang memadai, tentu tidak akan berlangsung optimal. Itu sebabnya, pemenuhan kebutuhan energi secara berkeadilan di Berau menjadi salah satu program corporate social responsibility (CSR) kami,” kata Fuganto lagi.

Sementara itu, Menteri ESDM, Ignasius Jonan menganjurkan, apa yang menjadi arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yakni sebagai bangsa yang memiliki jumlah tenaga kerja besar harus menciptakan lebih banyak sekolah vokasi. Indonesia sudah memiliki banyak sekali sekolah umum, tapi kurang memberikan keahlian spesifik, sementara lapangan kerja saat ini sangat membutuhkan keahlian yang spesifik, melalui vokasi. Menurutnya, pemerintah dapat bekerja sama dengan Berau Coal dengan menggandeng pemerintah daerah, mengembangkan dan memperbesar apa yang hari ini telah diresmikan.

“Apa yang dilakukan oleh Sinar Mas ini perlu diapresiasi dalam mendukung daya saing SDM di Kabupaten Berau, terlebih lagi Berau sendiri berdekatan dengan provinsi tetangga, yakni Kalimantan Utara (Kaltara). Bisa jadi sekolah Politeknik ini akan menjadi salah satu sekolah yang diminati oleh anak-anak dari Kaltara,” ungkapnya.

Inisiatif mengembangkan sektor kakao juga turut mantan Menteri Perhubungan ini, karena menurutnya hal itu dapat membuka aktivitas ekonomi, serta lapangan pekerjaan baru yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar jika suatu saat kegiatan eksplorasi pertambangan usai.

Presiden Komisaris Berau Coal, Sulistiyanto yang juga hadir mengatakan, pihaknya meyakini pemerataan pendidikan berkualitas adalah landasan bagi pergerakan roda bisnis berkelanjutan.

“Khususnya bagi Berau Coal yang didukung lebih dari 21 ribu karyawan berikut kontraktor, di mana 52 persen di antaranya adalah warga Berau,” jelasnya.

Untuk mengedepankan potensi setempat juga disebutnya tak hanya dilakukan pada SDM saja, namun menjangkau pula komoditas unggulan. Seperti pendampingan perusahaan pada praktik budi daya kakao bagi masyarakat sekitar pertambangan, yang juga telah dilengkapi Pabrik Pengolahan Kakao.

Menurut Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin, tak kurang dari 367 petani turut terlibat dalam Program Ekonomi Agribisnis Berau Coal, dengan mengelola seluas 350 hektare perkebunan kakao.

Hal ini juga disebutnya sebagai upaya mendorong Berau, selain menjadi sentra pertambangan dan pariwisata, dapat pula menjadi salah satu pusat budi daya serta produksi kakao nasional. Sehingga kawasan pasca tambang tak saja terpulihkan secara lingkungan, namun juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat, secara berkelanjutan.

“Selain dari segi pertambangan, potensi yang sangat baik dikembangkan di Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau- ini adalah Kakao. Dengan kakao bisa jadi Berau akan menjadi salah satu produsen Kakao terbesar di Indonesia, melihat tanah di Berau yang masih cukup luas, bukan tidak mungkin,” tuturnya.

Sementera itu Bupati Berau, Muharram menuturkan, dengan dibangunnya Politeknik, Budidaya Kakao, dan juga energy yang berkeadilan, merupakan bentuk komitmen PT Berau Coal kepada masyarakat Berau.

“Ini merupakan bukti nyata kepedulian PT Berau Coal terhadap kesejahteraan masyarakat Berau, di dunia pendidikan mereka hadir, dan energi yang berkeadilan pun mereka terapkan, untuk menyetarakan keadilan sosial bagi seluruh warga Berau,” ujarnya.

Muharram pun dalam sambutannya berharap, agar kedepannya, Berau Coal bisa semakin maju dan berkomitmen dalam membangun Kabupaten Berau.

“Selamat hari jadi ke 36 tahun buat PT Berau Coal, semoga semakin maju dan terus berkomitmen dalam membangun Berau,” pungkasnya. (*/yat/sam – Berau Post)

]]>
Berau Coal Bangun Kantor Pelayanan Terpadu Permudah Pelayanan Masyarakat Kampung Tanjung Perangat https://beraucoalenergy.co.id/2019/04/04/berau-coal-bangun-kantor-pelayanan-terpadu-permudah-pelayanan-masyarakat-kampung-tanjung-perangat/ Thu, 04 Apr 2019 17:12:04 +0000 http://www.beraucoalenergy.co.id/?p=5314 Manajemen PT Berau Coal, terus berkomitmen merealisasikan pembangunan fasilitas publik bagi masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah lingkar tambang. Salah satunya adalah peresmian Kantor Pelayanan Terpadu yang bangun PT Berau Coal di Tanjung Perangat dan diresmikan pada Oktober 2018 lalu. Hal tersebut merupakan realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Berau Coal yang direalisasikan melalui Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC).

General Manager (GM) CSR PT Berau Coal, Horas Parsaulian Pardede mengatakan peresmian Kantor Pelayanan Terpadu menambah infrastruktur yang dibangun PT Berau Coal di sejumlah kampung di Berau. Selama ini, dalam acara peresmian infrastruktur, dirinya selalu berusaha hadir dan melihat langsung hasil pembangunannya. “Saya berusaha untuk selalu hadir meresmikan secara langsung termasuk di Kampung Tanjung Perangat itu. Saya lihat gedungnya besar, semoga bisa meningkatkan pelayanan masyarakat,” katanya.

Mewakili perusahaan mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan dan masyarakat Kampung Tanjung Perangat. Sebab, berkat dukungan pemerintah Kampung Tanjung Perangat, operasional PT Berau Coal bisa berjalan dengan baik dan lancar.

“Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi dan kami berharap Tanjung Perangat semakin maju, mulai infrastruktur hingga perekonomiannya,” tuturnya.

Kepala Kampung Tanjung Perangat, Saefuddin mengaku sangat bersyukur dengan diresmikannya kantor pelayanan terpadu di kampungnya. Apalagi pembangunan kantor pelayanan terpadu memang menjadi impiannya sejak dilantik sebagai kepala kampung.

“Sejak saya menjadi kepala kampung, ini adalah yang ingin saya wujudkan dan alhamdulillah sekarang sudah terwujud,” ucapnya.

Keberadaan kantor pelayanan terpadu, lanjut dia, juga menjadi salah satu kebanggaan bagi masyarakat kampung. “Dengan adanya kantor baru ini, maka pelayanan kami terhadap masyarakat akan lebih maksimal,” tuturnya.

“Karena itu keberadaan CSR Berau Coal ini sangat membantu kami, dengan berbagai pembangunan yang semakin banyak dibangun melalui CSR,” sambung dia.

Saepudin menambahkan, setelah gedung itu terbangun dan diresmikan,  banyak memberikan manfaat positif bagi warga dan juga sistem pemerintahan di Tanjung Perangat. Kantor yang bagus dan masyarakat pun sekarang tidak mengeluh lagi saat mengurus keperluan administrasi di kantor kepala kampung. (***/yat – Berau Post)

]]>
PT Berau Coal Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Lele https://beraucoalenergy.co.id/2019/03/26/pt-berau-coal-gelar-pelatihan-budidaya-ikan-lele/ Tue, 26 Mar 2019 17:22:31 +0000 http://www.beraucoalenergy.co.id/?p=5326 Bantu tingkatkan kemampuan masyarakat khususnya di sektor perikanan, PT Berau Coal melalui Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC) gelar pelatihan pembenihan budi daya ikan Lele di kantor Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Balai Benih Ikan (BBI) Sei Bedungun, Jalan Gatot Subroto, Senin (25/3).

Pelaksana Harian Kepala BBI Sei Bedungun juga mewaki Dinas Perikanan Berau, Ida Ayu, sangat mendukung apa yang dilakukan oleh PT Berau Coal, terlebih pelatihan budi daya ikan Lele memang sangat jarang dilaksanakan di Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau.

“Kami sangat apresiasi apa yang dilakukan oleh PT Berau Coal, mereka membantu perekonomian warga dengan menggelar pelatihan pembenihan budidaya ikan Lele seperti ini. Apalagi ini dilakukan secara gratis,” ungkapnya di temui usai kegiatan.

Dengan pelatihan tersebut diharapkannya masyarakat dapat menyadari, bahwa hasil tangkapan laut tidak mungkin selalu banyak, beda halnya dengan budi daya di mana ikan dapat dipastikan dalam aman untuk dikonsumsi dan hasilnya pasti.

Kepada Berau Post, salah seorang peserta Irwan, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut. Terlebih di kampungnya sangat banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan budidaya ikan.

“Kami sangat merasakan manfaat keberadaan PT Berau Coal. Dengan adanya mereka, kami terus diasah untuk memiliki keahlian khusus, salah satunya budidaya ikan lele ini. Padahal sebelumnya kami tidak pernah berpikir sampai ke sini. Saya sangat berterima kasih kepada PT Berau Coal,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Coorporate Social Responbility (CSR) PT Berau Coal, Horas Parsualian Pardede, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program CSR PT Berau Coal untuk masyarakat.

Ditekankannya, PT Berau Coal memiliki komitmen untuk membantu perekonomian warga khususnya yang ada di lingkar tambang, dengan mengadakan program-program pelatihan dari berbagai bidang.

“Semoga dengan adanya program bisa membantu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat lingkar tambang, juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi 9 warga dari perwakilan kampung yang berada di lingkar tambang,” pungkasnya. (*/yat/***/sam – Berau Post)

]]>