{"id":5819,"date":"2020-04-17T18:28:35","date_gmt":"2020-04-17T18:28:35","guid":{"rendered":"http:\/\/www.beraucoalenergy.co.id\/?p=5819"},"modified":"2020-04-27T06:44:23","modified_gmt":"2020-04-27T06:44:23","slug":"ekonomi-sempat-terpuruk-terbantu-program-ppm-pt-berau-coal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beraucoalenergy.co.id\/2020\/04\/17\/ekonomi-sempat-terpuruk-terbantu-program-ppm-pt-berau-coal\/","title":{"rendered":"Ekonomi Sempat Terpuruk, Terbantu Program PPM PT Berau Coal"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" width=\"960\" height=\"640\" src=\"https:\/\/www.beraucoalenergy.co.id\/\/wp-content\/uploads\/ADV-Berau-Coal-1-2-960x640-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5820\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sangat memukul Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Bumi Batiwakkal, salah satunya usaha jahitan milik Sopan Sopandi. Namun, berkat program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal, meningkatkan nilai ekonomis di tengah merosotnya omzet usaha miliknya.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Pria yang kerap disapa Sopan menceritakan, usaha jahit rumahan yang dikelola bersama istrinya di Kecamatan Gunung Tabur, sangat terdampak penyebaran virus corona yang merebak dari Wuhan, Tiongkok.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, sekitar dua minggu terakhir tidak ada yang menggunakan jasa menjahitnya. Sebagian pelanggan menunda datang karena takut dan khawatir keluar rumah, mengikuti imbauan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus corona.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBukan lagi\nsepi, sama sekali tidak ada pemasukan,\u201d katanya saat ditemui Disway Berau di\nRumah Kemas, Nomor 58, Jalan Kedaung, RT 9 Sei Bedungun, Tanjung Redeb, Kamis\n(16\/4).<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal\nsebelum wabah corona, pria kelahiran 1976 ini, rata-rata mampu menghasilkan Rp\n5-6 juta per bulan dari usaha Jahit rumahan. Apalagi menjelang momen perpisahan\ndan masuk sekolah, dirinya kebanjiran order dari sejumlah sekolah di Kecamatan\nGunung Tabur.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMeski sepi\nbiasanya ada saja pelanggan yang mengantarkan jahitan, ini sama sekali tidak\nada. Apalagi kondisi saat ini, kegiatan sekolah ditiadakan pemerintah,\u201d\nucapnya. Ihwalnya, Sopan sempat kebingungan untuk memenuhi kebutuhan selama\ntiga bulan kedepan, akibat tidak ada pemasukan imbas corona. Terukulnya\nekonomis Sopan, karena usaha jahit rumahan merupakan mata pencaharian utama\nmendapatkan pundi-pundih rupiah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya hanya\nbisa pasrah, mau bekebun tapi tidak punya lahan. Mencari sampaingan, kita tahu\nsaat ini pembatasan aktivitas dari pemerintah,\u201d bebernya. Namun, Tuhan punya\njalan di tengah kesulitan keluargannya, melalui berkat program PPM yang\nmelibatkan langsung pelaku UMKM di wilayah binaan PT Berau Coal, dirinya\nkembali mendapatkan asupan nutrisi dari pembuatan masker kain.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari hasil\npembuatan masker, Sopan mendapatkan upah Rp 5 ribu per buah. Dalam sehari, ia\ndan istrinya mampu memproduksi 100 masker. Apalagi, bahan kain pembuatan masker\nseluruhnya disediakan PT Berau Coal. \u201cTidak ada tuntutan, produksi semampu\nkami. Kami hanya tinggal duduk dan mengerjakan saja,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sopan,\nperwakilan UMKM Gunung Tabur sangat berterimakasi sebesar-besarnya dengan\nperhatian PT Berau Coal, dengan program PPM sangat membantu nilai ekonomis\nkeluarganya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya\nberterima kasih, program ini sangat membantu ekonomi kami, sebagai UMKM yang\nterdampak corona. Saya hanya bisa mendoakan agar PT Berau Coal selalu jaya dan\nsukses dalam berinvestasi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Community\nDevelopment Manager, Hikmawaty menerangkan, program Corporate Social\nResponsibility (CSR) kini menjadi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat\n(PPM). Program ini bergerak dalam bidang&nbsp;\nkesehatan, pendidikan, lingkungan social dan budaya, ekonomi dan infrastruktur.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari semua\nprogram tersebut, pihaknya menyasar pelaku UMKM yang terdampak COVID-19. Dalam\ndatabase, pihaknya telah mengintrisir sejumlah pelaku UMKM di lima kecamatan\nyang menjadi kampung binaan PT Berau Coal, yakni Kampung Gunung Tabur, Sambaliung,\nTanjung Redeb, Teluk Bayur dan Segah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJadi total\nkeseluruhan ada sekira 34 kelompok, terdiri dari 2-7 orang dalam satu\nkelompok,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelaku UMKM\nyang dilibatkan dalam pembuatan masker, tidak hanya dari pendampingan dan\npelatihan menjahit PT Berau Coal. Tetapi, melibatkan pelaku usaha jahitan\nrumahan yang terdampak wabah corona.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk tahap\nawal, pihaknya akan membuat 25.000 piace masker hasil dari UMKM dampingan yang\nakan dibagikan keada karyawan PT Berau Coal. Bahkan, untuk bahan kain pembuatan\nmasker juga memperdayaan pengusaha kain lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKarena kami\n(PT Berau Coal) menerakan pemerataan ekonomi di wilayah investasi. Jadi kami\nmenggunakan bahan dan pengrajin lokal,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Keterlibatan\nUMKM akan berkesinambungan dan terus-menerus dilibatkan dalam berbagai program\nPPM PT Berau Coal, sesuai bidang masing-masing. Bahkan, PT Berau Coal\nberkomitmen untuk mengembangkan UMKM di Bumi Batiwakkal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMereka ]bukan hanya karena wabah corona baru dilibatkan, tapi setiap kegiatan PT Berau Coal. Misalnya menjahit, setiap pembuatan seragam dan sebagainya, kami menggunakan jasa UMKM binaan,\u201d pungkasnya. (***\/APP)<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber: Disway edisi 17 April 2020<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sangat memukul Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Bumi Batiwakkal, salah satunya usaha jahitan milik Sopan Sopandi. Namun, berkat program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal, meningkatkan nilai ekonomis di tengah merosotnya omzet usaha miliknya. Pria yang kerap disapa Sopan menceritakan, usaha jahit rumahan yang dikelola bersama &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beraucoalenergy.co.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5819"}],"collection":[{"href":"https:\/\/beraucoalenergy.co.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beraucoalenergy.co.id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beraucoalenergy.co.id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beraucoalenergy.co.id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5819"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beraucoalenergy.co.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5819\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5824,"href":"https:\/\/beraucoalenergy.co.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5819\/revisions\/5824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beraucoalenergy.co.id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beraucoalenergy.co.id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beraucoalenergy.co.id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}